Menjaga Kesejahteraan sebagai Bagian dari Budaya Kami

Dunia kerja tentu memiliki berbagai tantangan. Tantangan-tantangan ini secara langsung memengaruhi produktivitas, kepuasan kerja, retensi karyawan, dan budaya perusahaan.

Pakar manajemen Peter Drucker pernah mengatakan, “Budaya mengalahkan strategi dengan mudah.”

Memastikan kesejahteraan karyawan—baik secara fisik, mental, maupun emosional—akan menciptakan budaya positif yang memungkinkan strategi terbaik sekalipun dapat dijalankan dengan sukses. Pada akhirnya, karyawan adalah aset terbesar setiap organisasi. Di SSI SCHAEFER, kami menyadari hal ini dan memprioritaskan kesejahteraan mereka untuk membangun budaya yang kuat dan mampu bersaing di tengah dinamika bisnis yang cepat. Inilah budaya kami.

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Mendukung

Banyak dari kita memiliki tanggung jawab di luar pekerjaan—sebagai orang tua, caregiver, atau sekadar meluangkan waktu untuk orang-orang terdekat.

Setiap orang membutuhkan ruang pribadi untuk menghindari kelelahan atau beban kerja berlebih. Dengan istirahat yang cukup dan dukungan yang tepat, karyawan akan lebih terbuka terhadap ide-ide baru serta lebih siap untuk berkreasi dan berinovasi.

Karena itu, kami menyediakan pengaturan kerja yang fleksibel, selama memungkinkan oleh peran, untuk membantu karyawan mencapai keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Lingkungan kerja yang suportif juga memperkuat kolaborasi dan kepercayaan di antara tenaga kerja lintas generasi. Ini tentang membangun budaya yang berlandaskan saling menghargai, keterbukaan dalam berbagi ide, serta beban kerja yang berkelanjutan—agar kita semua dapat menjadi versi terbaik dari diri kita.

Karyawan yang Bahagia Berarti Tingkat Turnover Lebih Rendah

Bahagia di tempat kerja adalah situasi win-win bagi perusahaan dan karyawan. Tim yang lebih bahagia cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. Sebuah studi dari Universitas Oxford menemukan bahwa karyawan yang merasa bahagia memiliki produktivitas sekitar 13% lebih tinggi. Di sisi lain, Gallup memperkirakan bahwa karyawan yang tidak engaged—yang umumnya juga tidak bahagia—menyebabkan kerugian global hingga US$8,8 triliun, atau sekitar 9% dari PDB dunia.

Riset dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa inisiatif kesejahteraan, seperti program kebugaran dan dukungan kesehatan mental, dapat mengurangi tingkat absensi hingga 28%, sehingga menciptakan tenaga kerja yang lebih kuat dan andal.

Tenaga kerja yang bahagia adalah budaya ideal yang kami tuju. Kami mencapainya dengan berinvestasi pada kesejahteraan karyawan melalui berbagai benefit yang kami sediakan.

Budaya positif dalam organisasi tidak hanya ditentukan oleh gaji dan stabilitas, tetapi juga oleh sejauh mana kesejahteraan karyawan benar-benar diperhatikan. Pada akhirnya, karyawan akan lebih cenderung bertahan di perusahaan yang peduli terhadap kebutuhan personal mereka.

Salah satu dampak positif lainnya dari tenaga kerja yang bahagia adalah penurunan tingkat turnover, karena karyawan merasa puas dengan pekerjaannya.

Inilah arah masa depan dunia kerja. Ketika karyawan merasa positif dan bersemangat, mereka akan lebih terhubung dengan pencapaian perusahaan dan lebih termotivasi untuk menjalankan strategi dengan sukses. Dengan demikian, perusahaan dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Saya percaya bahwa menjaga karyawan tetap bahagia dan sehat adalah langkah pertama sebelum kita dapat menghadapi tantangan yang kompleks dan mencapai hal-hal besar bagi pelanggan. Mulai dari pengaturan kerja yang fleksibel hingga berbagai inisiatif kesejahteraan, kami kini semakin menempatkan fokus yang lebih besar pada kesejahteraan mereka dibandingkan sebelumnya.

Koen Leekens
Senior Vice President, Kepala Regional APAC
Koen Leekens
Senior Vice President, Kepala Regional APAC

Memprioritaskan Kesejahteraan Karyawan Mengurangi Biaya

Selain itu, terdapat biaya finansial akibat absensi yang disebabkan oleh stres, kesehatan mental yang buruk, atau kondisi fisik. Namun, hal ini dapat diminimalkan jika kesejahteraan karyawan diprioritaskan.riset dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa biaya absensi dapat berkurang sekitar US$2,73 untuk setiap US$1 yang diinvestasikan dalam program kesejahteraan.

Berinvestasi dalam inisiatif kesejahteraan, layanan kesehatan preventif, dan pengaturan kerja yang fleksibel dapat membantu menekan biaya tenaga kerja secara keseluruhan. Ketika karyawan bertahan, perusahaan dapat menghindari kehilangan biaya baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung, termasuk biaya rekrutmen, pelatihan, serta hilangnya pengetahuan dan keahlian.

Budaya Positif Menghasilkan Dampak yang Positif

Ada jauh lebih banyak manfaat daripada risikonya ketika memprioritaskan kesehatan mental, fisik, dan emosional karyawan. Ini adalah langkah strategis yang memberikan hasil nyata.

Meskipun membutuhkan investasi di awal, pendekatan ini mampu memberikan pengembalian positif dalam jangka panjang. Tim yang engaged akan lebih termotivasi untuk berkinerja lebih baik dan berkontribusi pada kesuksesan organisasi.

Di SSI SCHAEFER, kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan secara menyeluruh—fisik, mental, dan emosional. Kami membangun lingkungan kerja yang positif dan kondusif, di mana setiap individu dapat berkembang.

Bergabunglah bersama kami dan jadilah bagian dari budaya yang berfokus pada kesejahteraan karyawan.

Kami ingin tahu “vibe” Anda. Kunjungi halaman karier kami untuk melihat berbagai peluang yang tersedia.

Jadi, seperti apa vibe Anda?

Group of office workers together in a conference room

Apa Vibe Anda

HR_people and community are the focus

Selamat datang di Karir SSI SCHAEFER